NeneBece. Powered by Blogger.
Showing posts with label ParPol. Show all posts
Showing posts with label ParPol. Show all posts

Wakil Wali Kota Bekasi Terpilih Jadi Ketua DPW PKS Jabar


Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Sayikhu resmi menjabat sebagai ketua DPW PKS Jawa Barat periode 2015-2020. Sayikhu menggantikan Tate Qomarudin yang sudah 10 tahun menjabat pucuk pimpinan PKS Jawa Barat.


Dipilihnya Sayikhu sendiri dilakukan hasil dari Musyawarah Wilayah (Muswil) IV PKS Jawa Barat yang digelar di Hotel Grand Aquila, Bandung, Sabtu (10/10). Ada 27 nama yang dimunculkan dalam Muswil PKS untuk ketua DPW PKS Jawa Barat periode 2015-2020.

Selain memunculkan satu nama sebagai pucuk pimpinan PKS untuk lima tahun ke depan, delapan nama juga ditentukan sebagai pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW).

Ahmad Sayikhu mengucapkan, terimakasih atas mandat yang diberikan partai pada dirinya. Dia mengaku, akan 'berlari' untuk membangun PKS sebagai partai yang disegani di Jabar. Dia pun tengah menatap Pilkada serentak di Jabar.

"Tentunya akan ada upaya percepatan-percepatan sehingga bisa mencapai target-target yang saat ini diterapkan di Jabar," katanya.

Target perolehan suara besar di Jabar menurutnya akan berpengaruh besar pada perolehan suara nasional. "Saya pikir semua capaian itu akan terwujud dengan kerjasama kader, simpatisan di Jabar untuk membangun dengan baik," katanya.

PKS Membeberkan Kesalah Ahok Selaku Gubenur DKI


Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta Selamat Nurdin menilai, ada masalah dalam kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Hal itulah yang dinilainya menjadi penyebab banyaknya tokoh nasional yang mendukung mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault untuk maju sebagai bakal calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. 

Menurut Selamat, dua masalah krusial yang ada saat ini adalah terkait sikap yang dimiliki Ahok dan tidak adanya harmonisasi antar-lembaga eksekutif dan legislatif dalam pembangunan Kota Jakarta. 

"Banyaknya tokoh nasional yang hadir menandakan ada masalah pada kepemimpinan Jakarta yang sekarang, tentang sikap, harmonisasi antar-lembaga. Banyak masalah yang tidak dibangun secara bersama-sama," kata dia saat dihubungi, Senin (21/9/2015). 

Selamat merupakan salah satu orang yang hadir dalam acara pendaulatan Adhyaksa pada Minggu kemarin. Ia menyebut kedatangannnya hanya dalam rangka silaturahim karena kedekatannya dengan Adhyaksa. 

Oleh karena itu, Selamat belum dapat memastikan apakah PKS nantinya akan mendukung Adhyaksa atau tidak. Sebab, kata dia, PKS akan melihat terlebih dahulu realita politik berdasarkan hasil survei yang dilakukan. 

"Yang pasti sekarang ini orang-orang yang disukai masyarakat itu orang-orang yang tidak elitis. Adhyaksa orangnya tidak elitis," ujar dia. 

Acara kesiapan Adhyaksa sebagai kandidat calon gubernur DKI pada Minggu kemarin memang dihadiri oleh banyak tokoh, mulai dari mantan menteri, anggota DPR, akademisi, ulama, hingga dari kalangan selebriti. 

Mereka adalah mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, mantan Menteri Pertanian Suswono, Mayjen (Purn) Hendardji Soepandji, anggota DPR dari Fraksi Gerindra Riza Patria, anggota DPR dari Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy, mantan Rektor Universitas Paramadina Yuddy Latif, ulama Wahfiudin, serta selebriti Mark Sungkar, Olivia Zalianty, Cici Piramida, dan Adi Nugroho.

Menurut PKS Ada 3 Ancaman Krisis Akan Melandah Indonesia

Indonesia diprediksi akan menghadapi tiga jenis krisis di masa depan. Krisis pangan, energi, dan air bersih akan menjadi tantangan berat pemerintahan saat ini. Krisis yang dikenal denganFood, Energy, and Water (FEW) Crisis akan melanda semua negara.
Sohibul Iman menyebut penduduk yang semakin meningkat, tetapi produksi makanan semakin mengecil, konversi sumber makanan menjadi energi, sumber daya alam yang tidak terbarukan serta sumber air bersih yang semakin sukit didapatkan dianggap sebagai ancaman besar ke depan.

"Saya harap Presiden Jokowi beserta jajarannya bisa menjadi dirigenyang baik untuk mengatasi tantangan ini, minimal jangka pendek," ujar doktor lulusan Jepang ini dalam keterangan persnya, Sabtu 3 Oktober 2015.

Untuk jangka pendek, yang paling parah saat ini adalah daya beli masyarakat yang sudah sangat menurun. Pemerintah harus meningkatkan daya beli masyarakat untuk menggerakan ekonomi. Iman juga mengusulkan dua solusi untuk ini, yaitu bantuan langsung tunai atau penurunan harga BBM.

Pemerintah juga harus bisa mengelola APBN dengan baik. Termasuk APBD untuk daerah. Menurut Sohibul Iman, saat ini uangnya ada namun penyerapannya sangat rendah.

Dari empat indikator pertumbuhan ekonomi yang terdiri dari investasi, konsumsi masyarakat, ekspor, dan belanja pemerintah, satu satunya yang masih bisa dikendalikan oleh pemerintah adalah yang terakhir.

Sayangnya, ungkap Iman, saat ini daya serapnya sangat rendah. Akibatnya tidak bisa mendongkrak ekonomi kita. "Pemerintah pusat maupun daerah harus betul-betul mengenjot daya serap ini untuk menggerakan ekonomi,” katanya.

Kalau Di Indonesia Ada Paratai Islam Maka Di Australia Ada Partai Seks

VICTORIA - Partai Seks Australia kembali masuk ke dalam kancah politik negeri kanguru, dua bulan setelah pendaftaran partai ini dibatalkan.
Pada awal Mei, sejumlah anggota partai ini melakukan protes ketika Komisi Pemilihan Umum Australia (AEC) menentukan bahwa Partai Seks harus dibatalkan pendaftarannya karena tak memenuhi persyaratan keanggotaan.
Pada saat itu, AEC mengkonfirmasi bahwa keputusan itu dibuat karena partai tersebut gagal ‘menunjukkan kepemilikan 500 anggota untuk lolos pendaftaran’.
Sejumlah anggota Partai Seks Australia lantas mengunggah foto diri mereka yang tengah memegang bukti status partai ke media sosial - beberapa bahkan berpakaian minim dalam foto - untuk membuktikan ada cukup pendukung untuk membenarkan keberadaan partai.
Pemimpin partai, dan anggota Parlemen Victoria terpilih, Fiona Patten, mengatakan, keputusan AEC memprovokasi respons amarah.
"Ada kemarahan di antara banyak anggota kami," sebutnya.
Partai ini berpendapat, pembatalan registrasi itu sebagian terjadi karena pemeriksaan keanggotaan yang dilakukan AEC sering mengandalkan sambungan telepon rumah, padahal banyak anggota Partai Seks tak memiliki saluran telepon tetap.
Justru tampaknya, pembatalan registrasi yang sempat terjadi berbalik mendukung popularitas partai.
"Yang menarik adalah jumlah orang yang bergabung partai selama proses ini," ujar Fiona baru-baru ini.
Ia menyambung, "Bahkan orang-orang yang bukan anggota, tapi mungkin pemilih potensial bagi partai kami, juga marah terhadap proses itu dan terhadap peluang bahwa kami tidak akan diizinkan untuk mengikuti pemilu berikutnya. Jadi kemudian mereka bergabung."
Fiona mengatakan, sejumlah orang juga menyumbang untuk partai.
Tanpa status pendaftaran yang sah, partai tak akan memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan umum nasional berikutnya.
Fiona mengutarakan, ada sekitar 6.000 anggota partai di seluruh Australia, dan seorang kandidat akan mengikuti pemilihan berikutnya di semua negara bagian dan wilayah

InTiP